Karya Terbaik

Karya Terbaik
oleh Rusdiono Mukri

‘”Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk [67]: 2).

Ada mahfudzat (kata-kata bijak), man jadda wa jada. Artinya kurang lebih, barangsiapa bersungguh-sungguh meraih keinginannya,maka ia akan memperolehnya. Jika kita serius memperjuangkan sesuatu, termasuk serius dalam mencari nafkah, insya Alloh kita akan memperoleh apa yang diharapkan itu.

Alloh SWT berfirman yang artinya, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian, akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An Najm [53]: 39-41).

Bekerja dengan sungguh-sungguh tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tapi juga diperlukan kerja otak, kesiapan mental, dan strategi untuk mencapai tujuan. Tentu saja dengan menggunakan cara-cara yang dibenarkan oleh agama. Bekerja dengan menjunjung tinggi integritas dan sportivitas. Sebab, semua yang kita kerjakan akan dinilai dan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Alloh SWT.

Firman Alloh yang artinya, “Dan katakanlah: ‘”Bekerjalah kamu, maka Alloh dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS. At-Taubah [9]: 105).

Karena itu, tidak ada alasan bagi setiap Muslim untuk bekerja asal-asalan. Tak ada alasan bagi kita untuk bermalasan. Sebab,sesungguhnya Alloh SWT menguji kita, siapa di antara kita yang terbaik pekerjaannya. Sebaliknya, setiap Muslim mesti menunjukkan karya terbaiknya dan serius untuk memperoleh apa yang dicita-citakan. Jika kedua hal ini sudah dilakukan, maka hasil terbaik akan diraihnya sebagaimana yang Alloh janjikan.

Cendekiawan Muslim, Dr Yusuf al-Qaradhawi, dalam kitabnya Ibaadatu fii Islam (Ibadah dalam Islam) menyebutkan, setiap pekerjaan bisa menjadi wahana sholawat dan ladang jihad di jalan Alloh jika memenuhi lima syarat:

1. Hendaknya pekerjaan itu ada dalam koridor syariat Islam.
2. Harus disertai dengan niat yang baik. Niat seorang Muslim dalam bekerja adalah menjaga kehormatan dirinya, mencukupi kebutuhan keluarga, memberi manfaat bagi umat, dan memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan Alloh.
3. Bekerja dengan tekun dan sebaik-baiknya.
4. Konsisten dalam berpegang pada ketentuan-ketentuan hukum Alloh. Tidak berbuat zalim dan khianat.
5. Pekerjaan itu tidak boleh melalaikannya dari mengingat Alloh.

Sumber:
Harian Republika. Hikmah. kamis, 23 Juli 2009.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: