Rahasia Tidur

Menggapai Tidur Penuh Berkah

Tidurnya orang-orang sholih memiliki keistimewaan khusus. Karena keberkahan begitu kental menyelimuti tidur mereka. Salah satu ‘pemancing’ keberkahan dalam tidur adalah meneladani cara tidur Rasululloh SAW. Dengan begitu, tidur kita pun bisa bernilai ibadah yang akan mendatangkan banyak berkah dalam kehidupan kita.

Sebelum Tidur
1. Mengapa menghindari banyak makan dan minum sebelum tidur?
Menghindari banyak makan dan minum di malam hari membawa manfaat dari segi agama maupun kesehatan. Sebab, banyak makan dan minum sebelum tidur akan menyebabkan tidur yang lelap sehingga seseorang akan kehilangan kesempatan emas untuk meraih kemuliaan dan limpahan pahala.

2. Mengapa berwudhu sebelum tidur?
Rasululloh SAW telah menganjurkan kita agar tidur dalam keadaan suci dan menjelaskan kepada kita tentang betapa besar pahalanya. Baro’ bin ‘Azib meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda: “Jika engkau datang ke tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk sholat.” (HR. Bukhori)

Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda: “Sucikanlah badan kalian, niscaya Alloh akan menyucikan kalian. Tidaklah seorang hamba yang bermalam dalam keadaan suci, melainkan ia bermalam bersama malaikat dalam pakaiannya. Dan, tidaklah ia bergerak sesaat di malam itu, melainkan malaikat itu mendo’akannya, “Ya Alloh, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia telah tidur dalam keadaan suci.” (HR. Thabrani)

3. Mengapa membersihkan tempat tidur?
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasululloh SAW bersabda: “Apabila salah seseorang dari kalian beranjak ke pembaringannya, maka hendaklah ia kibaskan kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang ada di atas kasur sepeninggalnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

4. Mengapa berdzikir dan berdo’a sebelum tidur?
Rasululloh SAW bersabda: “Barangsiapa yang duduk di tempat duduk tanpa berdzikir kepada Alloh, maka ia tercela di sisi Alloh. Barangsiapa yang berbaring di tempat pembaringan tanpa berdzikir kepada Alloh, maka ia tercela di sisi Alloh.” (HR. Abu Dawud)

Di antara wirid menjelang tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah: “Ya Alloh, dengan nama-Mu aku mati dan hidup kembali.” (HR. Bukhori dan Muslim)

5. Mengapa menghindari tidur dengan posisi tengkurap?
Cara tidur semacam ini tidaklah baik bagi kesehatan dan dibenci Rasululloh SAW. Abu Dzar pernah mengatakan, “Nabi pernah melewatiku, sementara aku sedang berbaring tengkurap, kemudian beliau bersabda: “Wahai Junaidib (julukan Abu Dzar), sesungguhnya ini adalah cara berbaring penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)

6. Mengapa tidur dengan cara miring ke kanan?
Rasululloh SAW telah memberikan petunjuk tata cara tidur yang ideal yang mengandung kemaslahatan pada diri seseorang, diantaranya mempermudah untuk bangun dan tidak melelapkan tidur. Diriwayatkan dari Baro’ bin ‘Azib, ia berkata, “Rasululloh SAW bersabda kepadaku: “Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti wudhu untuk sholat, lalu berbaringlah dengan bertelekan pada bagian tubuh sebelah kanan.” (HR. Bukhori)

Ibnu Qoyyim menjelaskan kepada kita tentang hikmah dianjurkannya tidur dengan miring ke kanan, ia berkata, “Ada rahasia di balik tidurnya Rasululloh SAW dengan miring ke kanan, yakni bahwasanya hati manusia tergantung di sisi sebelah kiri. Bila seseorang tidur dengan miring ke kiri, maka tidurnya akan menjadi berat (pulas). Sebab, hati berada dalam istirahat total sehingga akan terasa berat untuk bangun. Namun, bila tidur dengan miring ke kanan, maka tidurnya tak akan berasa berat dan tidak terlelap. Sebab, hatinya merasa tidak tenang dan ingin sekali untuk miring ke kiri.

Oleh karenanya, para dokter menyarankan untuk tidur dengan miring ke kiri untuk mendapatkan rasa istirahat yang sempurna dan tidur yang nyenyak. Namun, syariat menyarankan tidur dengan miring ke kanan agar tidurnya tidak terlelap sehingga diharapkan dapat bangun untuk melaksanakan sholat malam. Jadi, tidur dengan miring ke kanan lebih bermanfaat bagi hati (ruhani), sedangkan miring ke kiri lebih bermanfaat bagi jasmani.” Wallohu a’lam.

Sesudah Tidur
1. Mengapa berdzikir dan berdo’a sesudah tidur?
Selepas tidur, seorang muslim dianjurkan untuk segera berdo’a sebagai wujud syukur dirinya karena masih diberi kesempatan untuk menghirup udara dan menambah amal ibadahnya. Diantara wirid yang diajarkan Rasululloh SAW selepas tidur adalah: “Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami kembali setelah kami mati dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Bukhori)

2. Mengapa bersiwak/menggosok gigi sesudah tidur?
Pada prinsipnya, siwak di samping membersihkan mulut, menghilangkan bau mulut setelah bangun tidur, juga dapat membantun mengusir tidur, kantuk dan malas yang biasanya menyertai bangun tidur. Oleh karenanya, syariat menganjurkan untuk bersiwak ketika bangun tidur.

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata, “Ketika Nabi SAW bangun untuk sholat malam, maka beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (Muttafaqun ‘alaih). Ibnu Daqiq Al-‘Ied berkata, “Hadits ini mengandung isyarat atas disunnahkannya bersiwak ketika bangun tidur. Sebab, tidur berpotensi mengubah kondisi mulut, disebabkan naiknya isi lambung ke rongga mulut.”

3. Mengapa berwudhu sesudah tidur?
Di dalam riwayat Abu Hurairah, Rasululloh SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian tidur, maka setan akan mengikat ujung kepalanya sebanyak tiga ikatan dan ditulis pada masing-masing ikatan tersebut, ‘Tidurlah, malam masih panjang’. Apabila ia terbangun dan mengucapkan dzikir kepada Alloh, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka terlepaslah ikatan kedua. Dan apabila ia mengerjakan sholat, maka terlepaslah semua ikatan sehingga ia terbangun di pagi hari dalam keadaan bersemangat dan bergairah. Jika tidak, pagi harinya ia akan merasa lesu dan malas.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Referensi:
Abu Hudzaifah. 2007 M/1428 H. “Rahasia Tidur Orang-orang Sholih”. Solo: Mumtaza.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: