Tidur Menurut Tuntunan Rasululloh

Tidur Menurut Tuntunan Rasululloh 

 

I. Tidur Sebuah Tanda Kekuasaan Alloh
Alloh berfirman: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS.Ar-Ruum:23).
Alloh juga berfirman: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba’:9). Imam Ibnu Katsir berkata: “Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Alloh menjadikan sifat tidur bagi kalian di waktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang.”

II. Adab Tidur
1. Anjuran qoyluulah

Berkata Ibnu Atsir: “Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur”. Berdasarkan hadits: Dari Sahl Bin Sa’d dia berkata: “Tidaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah sholat jum’at”. Juga Rasululloh bersabda: “Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah” Al-Hazh Ibnu Hajar berkata: “Hadits di atas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinya”.

2. Tidur di awal malam
Rasululloh adalah teladan bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam. Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: “Suatu ketika aku pernah bermalam di rumah bibiku Maimunah untuk melihat bagaimana sholatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur”

3. Dibencinya tidur sebelum lsya’ dan ngobrol setelahnya
Berdasarkan hadits: Dari Abu Barzah bahwasanya Rasululloh membenci tidur sebelum isya’ dan bercakap-cakap setelahnya. Al-Hazh lbnu Hajar berkata: “Dibencinya tidur sebelum Isya’ karena dapat melalaikan pelakunya dari sholat isya’ hingga keluar waktunya, adapun bercakap-cakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga sholat shubuh dan luput dari sholat malam”. Kemudian Al-Hazh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setelah Isya’ dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan di dalamnya. Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.

4. Menutup pintu, mematikan api dan lampu 
Berdasarkan hadits: Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasululloh bersabda: “Matikanlah lampu-lampu di waktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian. Juga berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasululloh bersabda: “Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidur” 
Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata: “Perintah menutup pintu sebelum tidur, di dalamnya terdapat kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari syaithon”. Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur merupakan tindakan preventif sebelum terjadi kebakaran, apabila aman dari kebakaran-seperti keadaan lampu-lampu masa kini-Pent, maka tidaklah mengapa menghidupkannya.

5. Berwudhu
Berdasarkan hadits: Dari Baro’ Bin ‘Azib bahwasanya Rasululloh bersabda: “Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk sholat”. Imam Nawawi berkata:”Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemputnya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur”.

6. Mengebuti tempat tidur
Berdasarkan hadits: Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasululloh bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya”. Faidah hadits: 1) Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur. 2) Hendaklah mengebutinya tiga kali. 3) Membaca ‘Bismillah’ ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim no.2714. 4) Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali.

7. Berbaring ke sisi kanan
Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Adalah Nabi tidur dengan berbaring ke kanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan”. Rasululloh bersabda: Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah ke sisi kanan! Sahabat mulia Hudzaifah berkata:” Adalah Nabi apabila tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya”. Imam Ibnul Jauzy berkata: “Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh”.

8. Membaca ayat aI-Qur’an
Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur’an terlebih dahulu, diantaranya:
1) Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: “Jika engkau membacanya, maka Alloh senantiasa akan menjagamu dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi.”
2) Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A’isyah dia berkata “Adalah Rasululloh apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al-Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan-nya ke bagian tubuh yang bisa diusap,d imulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali”.
3) Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits:
Dari Abu Mas’ud Al Badriyyi bahwasanya Rasululloh bersabda: “Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barangsiapa yang membacanya di waktu malam maka akan mencukupinya”

9. Membaca do’a
Banyak sekali do’a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi diantaranya:
“Yaa Alloh dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup”. “Yaa Alloh… aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Alloh… aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus”, maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meninggal dalam keadaan fithroh dan jadikanlah do’a tersebut akhir yang engkau ucapkan.

10. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi?
Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasululloh bersabda: “Mimpi yang baik adalah dari Alloh, sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah seorang diantara kalian mimpi buruk hendaklah ia meludah ke arah kiri dan mohonlah perlindungan kepada Alloh dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinya”.

Faidah hadits:
1) Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Alloh sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon.
2) Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Alloh dan menceritakannya kepada orang yang menyukai.
3) Sebalknya apabiIa bermimpi buruk maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Alloh, kemudian meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali, berpindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun.

11. Dibencinya tidur telungkup 
Berdasarkan hadits: Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata:
Suatu ketika tatkala aku tidur di dalam masjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkata:Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Alloh, maka aku pun mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi. Berkata Syaroful Haq ‘Azhim Abadi: “Berdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup di atas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon”.

12. Do’a ketika bangun tidur
Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo’a:
“Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan”. 

Demikianlah pembahasan kali ini, akhirnya kita memohon kepada Alloh taufik dan hidayah-Nya agar tetap istiqomah di atas jalan-Nya. Amiin. Wallahu A’lam,

Referensi:
http://www.vbaitullah.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: