Selalu Ada Harapan

Selalu Ada Harapan

Pengharapan (roja’) adalah keterpautan hati dengan gerak lahir kepada sesuatu yang diinginkan di masa depan. Berbeda dengan tamanny yaitu sekedar berandai-andai, angan-angan kosong. Roja’ adalah sikap terpuji, sedangkan tamanny adalah sifat tercela.

Dalam pengertian yang lebih luas, roja’ bisa dibawa pada pengertian bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan senantiasa memberikan harapan, yang dengannya seharusnya kita tidak boleh kehilangan harapan. Sikap yang ingin ditumbuhkan dariroja’ ini adalah optimisme dan husnudzdzan kepada Alloh Azza wa Jalla.

Dalam kaitannya dengan perasaan berdosa, maka akan ada selalu harapan pengampunan jika kita selalu ingat bahwa Dia Maha Pengampun yang akan terus-menerus memberikan maaf dan ampunan-Nya kepada siapa saja yang menginginkan.

Setiap kejadian, betapapun pahitnya, pasti selalu menyisakan hikmah yang begitu besar. Itulah yang diajarkan oleh-Nya melalui kalam-Nya yang mulia agar kita tidak putus asa atas sesuatu yang ‘hilang’ dan tidak berbangga diri ketika ‘ada’.

Supaya kamu jangan putus asa atas sesuatu yang hilang dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang telah diberikan-Nya kepadamu, Dan Alloh tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Al-Hadid: 23)

Biasa sajalah di setiap keadaan. Di saat senang ada Alloh, di saat susah pun Alloh tetap menyertai. Bukankah ini indah dan sangat indah bahkan? Artinya, kita tetap bisa tersenyum meski duka menyelimuti, Kita akan tetap tegar meskipun kita sudah kepayahan, karena kita selalu meyakini Alloh Subhanahu wa Ta’ala selalu bersama kita. Lalu apa alasannya bagi kita untuk bersedih? untuk berputus asa? Jika kita sadari bahwa Alloh itu selalu mendampingi kita mengarungi kehidupan ini.

Alloh dan rasul-Nya juga mengajarkan keikhlasan. Bukan saja keikhlasan ketika memberi, tetapi keikhlasan ketika beribadah serta keikhlasan ketika menerima cobaan dan ujian. Dalam keikhlasan terkandung kesabaran dan keikhlasan menjadikan keimanan menjadi begitu indah, Keikhlasan dan kesabaran akan membuat kita menjadi tetap tegar dan tetap bersandar kepada-Nya. Dengannya kita bisa menerima kepahitan sebagai sesuatu yang memang harus diterima sebagai ketentuan Tuhan.

Dan sungguh Kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘sesungguhnya kami milik Alloh, dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Ya Rabb, Engkau Mahabesar, kekuasaan-Mu pasti lebih besar daripada masalah hamba. Engkau Maha Besar, ampunan dan rahmat-Mu pasti lebih besar daripada dosa hamba. Dan Engkau Maha Besar, karena kebesaran-Mu maka tak layak bagi hamba untuk berputus asa.

Ya Rabb, di tengah keterbatasan hamba menutupi kesalahan-kesalahan hamba dan berjuang untuk hidup dan kehidupan, hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak akan pernah lari dari kehidupan hamba, betapapun hamba adanya.

Semoga harapan-harapan hamba ini tidak menjadi harapan kosong di mata-Mu, Engkaulah ujung segala harapan. Amiin.

Referensi:
1. Ustadz Yusuf Mansur. 2008/1429 H. “Kun Fayakuun“. Jakarta: Zikrul Hakim.

Kata-kata Mutiara:

Bangkitlah, harapan itu masih ada. (Shoutul Harokah, 2008)

Dengan mempunyai harapan, kita mulai memandang diri sendiri dalam cahaya baru. Harapan membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang mempunyai harapan mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankan. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakan apakah membantu atau menghambat harapan. (Hendra Setiawan, 2007)

Harapan selalu terpatri, azzam tetap membahana. (Izzatul Islam, 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: