Supaya Diurus Alloh

Supaya Diurus Alloh

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Bila Allah menjadikan lahir kita patuh kepada perintah-Nya, dan bila Alloh menjadikan hati kita bulat hanya kepada Alloh semata, sesungguhnya itu karunia Alloh yang paling besar. Karena nikmat yang paling lezat adalah tersingkapnya hijab (penghalang) di hati untuk yakin kepada Alloh, dan lahir kita sempurna berikhtiar.

Tubuh dan akal hendaknya dibimbing ikhtiar dengan sempurna, seperti yang dicontohkan sunnah Rasululloh saw. Hati yakin jika tubuh tidak sempurna berikhtiar, tidak akan terasa nikmat. Sebaliknya jika hati tidak yakin, meski tubuh ikhtiar, juga tidak nikmat. Maka, yang harus diyakini hati pertama kali adalah meyakini benar, bahwa Alloh memilih kita hidup untuk patuh kepada-Nya. Selanjutnya, juga meyakini Alloh akan mengurus diri ini. Bila hal tersebut dipenuhi, pasti segala keperluan kita akan diurus Alloh.

Sebaiknya kita mendekati saja Alloh yang dapat mengurus kita. Mau rapat (meeting) misalnya, tidak akan menghasilkan apa-apa bila tidak dibimbing Allah. Urusan apa pun bila tidak sungguh-sungguh meminta pertolongan Alloh akan terasa sulit, termasuk rezeki. Ingatlah, hanya Alloh yang memiliki dan hanya Alloh pula yang tahu di mana letak rezeki tersebut. Bila tidak dibimbing Alloh, ikhtiar kita akan acak dan cemas memikirkan di mana rezeki berada. Belum lagi bila tidak bertemu, yang tentu saja bukan karena tidak ada jatahnya. Sekali lagi, bila bersungguh-sungguh, Insya Alloh kita akan bertemu dengan apa yang dijatahkan Alloh. Alhasil, kita merasa tenang dan nyaman. Karena sudah janji Alloh, sebagaimana firman-Nya, ”Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad [47]: 7). Ayat ini sangat jelas mengabarkan bahwa pekerjaan apapun bila tidak disertai tawakal, sengsara yang didapat.

Lalu, apakah takdir rezeki bisa diubah? Jawabannya bisa, bila ada hubungannya dengan takdir yang lain. Yang bisa mengubah takdir itu adalah doa. Kekuatannya terletak pada taubat dan syukur. Mungkin saja awalnya kita tidak mempunyai takdir haji karena tidak memiliki uang. Tapi karena rajin berdoa dan shalat, rezeki haji bisa dari mana saja.

Maka, merasa khawatir akan rezeki, boleh jadi termasuk syirik khafi (halus). Atau merasa cemas hingga bergantung kepada orang lain. Hal ini bisa menutup pintu rezeki kita. Lebih baik bila hidup dituntun Alloh. Kita harus belajar dari Rasululloh, bagaimana beliau menjadi pribadi yang sempurna tawakalnya dan sempurna pula tubuhnya melakukan ikhtiar. Wallahu a`lam bisshawab.

(Penulis: Abdullah Gymnastiar, Penasihat dan Pembina DPU Daarut Tauhiid)

Sumber:
http://www.dpu-online.com/index.php?artikel/detail/1/1549/artikel-1549.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: