Nasinya Tidak Dihitung

Nasinya Tidak Dihitung

Suatu hari Anto ingin bertanya kepada Budi seorang langganan warung Tegal,yang sering kali dilihatnya makan di warung tersebut.

Anto : “Bud, aku lihat kamu sering makan di warung itu…?”

Budi : “Betul To,karena masakannya cukup enak dan murah lagi”.

Anto : “Lalu apa lagi, Bud…?”.

Budi : “Nasinya tidak dihitung”.

Anto : “Ah masa sih Bud, rugi dong dia…..?”.

Budi : “Masa sih nasi dihitung, kapan selesai menghitung nasi…”

Anto :  “????”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: