Maen Gedhe Loedroek ITB “Ken Apa, Ken Arok”

Maen Gedhe Loedroek ITB “Ken Apa, Ken Arok”

Tanggal 1 Mei 2009 di jam 19.00 WIB, di depan pintu masuk Aula Barat ITB tampak orang-orang mengantri. Apakah ada acara seminar? Atau ada pameran? Ternyata tidak. Mereka sedang mengantri masuk untuk menonton pertunjukkan MG (Maen Gedhe-red) Loedroek ITB.

Loedroek ITB merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Jawa Timur di ITB. Biasanya mereka mementaskan loedroek 2 kali dalam setahun. Meskipun merupakan kesenian dari Jawa Timur, Loedroek ITB dipentaskan dengan menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat dipahami penonton secara umum. Maen Gedhe merupakan istilah yang berarti pementasan dilakukan secara besar-besaran dan memang Loedroek ITB dikenal sebagai pentas kesenian mahasiswa yang terbesar di kampus ITB.

Istilah Maen Gedhe benar-benar terbukti malam itu. Ratusan penonton yang sebagian besar mahasiswa, duduk lesehan memadati Aula Barat ITB. Maklum, selain karena harga tiket yang murah, cuma Rp 2000, juga acara tersebut dilakukan di akhir pekan. Pentas Loedroek ITB kali ini mendapat dukungan penuh dari ITB, IOM-ITB, Ganesha TV, Pemda Jawa Timur, Telkomsel dan Sariayu. Pentas Loedroek ITB kali ini berjudul “Ken Apa, Ken Arok”. Cerita tersebut berlatar belakang Kerajaan Tumapel dengan Rajanya bernama Tunggul Ametung.

poster-ken-apa-ken-arok

Acara dibuka dengan tarian khas Jawa Timur yaitu tari Ngremo yang dibawakan oleh tiga orang penari. Sejarah tarian ini erat kaitannya dengan kritik yang dilontarkan kepada para pemuda tanah Jawa yang tidak berani ikut perang melawan penjajah, sehingga dalam tarian ini pemuda digambarkan lemah gemulai, layaknya seorang wanita.

Setelah itu dilanjutkan dengan Kidungan yang dibawakan oleh dua orang pemain. Kidungan berisi lagu-lagu pop saat ini yang diplesetkan menjadi sindiran halus mengenai kondisi yang terjadi di Indonesia dan seputar internal kampus ITB.

Kidungan

Acara berikutnya adalah parodi yang dibawakan oleh para DW (Darma Wanita) yang beranggotakan para anggota forum-forum di dunia maya (internet). Para penonton tampak menikmati bagian ini dengan tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi para DW.

Acara terakhir yaitu acara utama menceritakan tentang perebutan kekuasaan di Tumapel oleh Ken Arok terhadap Raja Tunggul Ametung. Aksi monolog Ken Arok tampak begitu hidup dan kocak. Ada sedikit improvisasi dengan hadirnya teman Ken Arok yang bernama Domain dan Limbah, sang master magician (plesetan dari Demian dan Limbad). Dari saran kedua temannya itulah, Ken Arok mendapat ide untuk menggulingkan sang raja.

Ken Arok, Domain dan Limbah

Aksi Ken Dedes yang sangat menjiwai peran juga mampu menghidupkan suasana dan mengocok perut penonton dengan tingkah gayanya. Sedangkan pemeran tokoh Raja Tunggul Ametung tampak agak serius, mungkin terbawa dengan perannya sebagai raja.

Ken Dedes dan Tunggul Ametung

Kehadiran Kebo Ireng (Black) dan Kebo Ijo (Green) ikut menambah hidup suasana. Apalagi saat mereka mendatangi Mpu Gandring untuk memnita senjata ampuh. Pada akhirnya senjata keris yang dipilih dan digunakan untuk membunuh Raja Tunggul Ametung. Aksi ini dilakukan oleh Ken Arok, akan tetapi berhasil disiasatinya sehingga Kebi Ijo-lah yang dituduh menjadi pelakunya.

Kebo Ijo, Mpu Gandring dan Kebo Ireng

Ken Arok

Akhir cerita, Raja Tunggul Ametung berhasil digulingkan oleh Ken Arok. Kemudian Ken Arok menikahi Ken Dedes.

Ken Dedes dan Ken Arok

Tepat pukul 23.00 WIB, pertunjukan loedroek selesai. Para penonton tampak puas dengan penampilan Loedroek ITB sambil berharap dapat menyaksikan pementasan berikutnya. Sebagai catatan, para pemain Loedroek malam itu semuanya adalah laki-laki. (iwanabdee/02-05-2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: