Penyu Samber Gelap

Jalan-jalan ke Pulau Samber Gelap (ujung tenggara Pulau Kalimantan), Selat Makassar, Kalsel, 24-25 Des 2006.

Alam biru jernih memandang… Laut dan pulau jelas membentang… Ikan dan penyu ceria berenang… Suasana alami cerah berkenang…

Peta lokasi P. Samber Gelap (dari google Earth)

Naik speed boat di pelabuhan Tj. Gunung, Sebuku.

Baca lebih lanjut

Mekanisme Pembentukan Cekungan Bintuni, Papua Barat (Abstrak Tesis)

oleh: Iwan Abdurrahman *)


Cekungan Bintuni merupakan bagian dari Kepala Burung, Papua Barat. Pemanfaatan data bawah permukaan berupa data seismik 2D dan data sumur digunakan untuk menafsirkan geometri cekungan dan struktur pengontrol cekungan. Mekanisme pembentukan Cekungan Bintuni dianalisis berdasarkan penafsiran penampang seismik 2D, peta struktur waktu, peta isokron dan rekonstruksi penampang (palinspatik).
Baca lebih lanjut

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha

1. Shalat Dhuha sebagai tanda syukur
”Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya, pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah; setiap ucapan tasbih (subhanalloh) adalah sedekah, setiap hamdalah (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan la ilaha illalloh) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allohu akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, semua itu cukup tergantikan dengan dua raka’at dhuha.” (HR Muslim, hadits no. 720).
Baca lebih lanjut

Menjaga Ketakwaan

Menjaga Ketakwaan
oleh: Suprianto

Ramadhan yang agung baru saja berlalu dengan membawa kenangan manis. Kaum Muslimin yang menjalankan ibadah shaum dengan penuh keimanan berharap memperoleh ketakwaan sebagai hasil dari ibadah individual dan sosial selama satu bulan penuh, (QS. Al-Baqarah: 183).

Kini, umat Islam telah memasuki Syawal. Secara bahasa, Syawwal berasal dari suku kata syala, ya syulu, syawwal artinya meningkat. Orang yang puasanya memperoleh hasil yang sempurna sehingga mendapat predikat takwa terlihat saat memasuki Syawal. Ibadahnya kepada Alloh tetap konsisten atau dalam bahasa agama disebut istiqomah. Serta hubungannya terhadap makhluk lain (ibadah sosial) tetap terjaga dengan baik.
Baca lebih lanjut

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”[1]
Baca lebih lanjut

Wudhu sebagai Pembersih Diri dan Cahaya bagi Manusia

Wudhu sebagai Pembersih Diri dan Cahaya bagi Manusia

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi SAW pernah berziarah ke kuburan. Ketika sampai di kompleks kuburan tersebut, beliau berkata:

Keselamatan atasmu wahai tempat kaum Mukmin, dan kita insya Alloh, akan menyusul kamu dalam waktu dekat. Alangkah rindunya aku untuk segera dapat melihat saudara-saudara kita.” Para sahabat yang mengiringi Rasululloh SAW bertanya, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasululloh?” Rasululloh SAW menjawab, “Kamu semua adalah sahabat-sahabatku dan saudara-saudara kita adalah yang belum datang (pada masa kita).” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana engkau mengetahui siapa yang belum datang dari umatmu, wahai Rasululloh?” Beliau bersabda, “Tidakkah engkau ketahui jika seseorang mempunyai kuda yang putih yang bercahaya berada di antara kuda-kuda yang hitam, apakah ia dapat mengetahui kudanya?” Mereka pun berkata, “Tentu ia dapat mengetahuinya, wahai Rasululloh.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka akan datang nanti dengan wajah yang bercahaya karena bekas wudhunya.” (HR. Muslim)
Baca lebih lanjut

Karya Terbaik

Karya Terbaik
oleh Rusdiono Mukri

‘”Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk [67]: 2).

Ada mahfudzat (kata-kata bijak), man jadda wa jada. Artinya kurang lebih, barangsiapa bersungguh-sungguh meraih keinginannya,maka ia akan memperolehnya. Jika kita serius memperjuangkan sesuatu, termasuk serius dalam mencari nafkah, insya Alloh kita akan memperoleh apa yang diharapkan itu.

Alloh SWT berfirman yang artinya, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian, akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An Najm [53]: 39-41).
Baca lebih lanjut